logo-babybar
logo-babybar

BIAR MAMA SIBUK BEKERJA, GIZI SI KECIL TETAP TERJAGA

Keberadaan pembantu pun kadang kurang menolong. Olah-an makanannya seringkali monoton sehingga si kecil cepat bosan. Tak semua pembantu bisa memasak makanan untuk bayi, kata Yully Herlina, pemilik Baby Bar di Jakarta.

Di sinilah muncul sebuah peluang bisnis unik: katering makanan bayi. €œKarena kesibukan dan tetap ingin memberikan makanan sehat pada buah hati, mereka pun memilih untuk memesan untuk katering khusus makanan bayi, ujar Neura Azzahra, pemilik katering makanan bayi Bebitang di Jakarta. Pasar masih besar meski sekarang saya baru melayani 8-10 pelanggan per hari, saya yakin usaha ini bakal maju, kata Neura yang memulai usaha ini sejak 2010. Di Bebitang, Neura mematok harga mulai dari Rp 30.000 per paket. Itu berarti, omzet yang dia kantongi sekitar Rp 7 juta per bulan. Ia mengaku meraup keuntungan sekitar 30%.

Masalah kesegaran makanan inilah yang membuat pengusaha katering makanan khusus bayi untuk membatasi jangkauannya. Kondisi itu tentu membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memulai usaha ini. Di Jakarta sendiri peminatnya cukup banyak, sementara pemainnya belum terlalu banyak dengan jangkauan masih terbatas. Jadi usaha ini masih terbuka lebar, ujar Yully.

Paham gizi dan mengerti internet ketiga pengusaha katering bayi yang dihubungi KONTAN ini memiliki latar belakang pendidikan ilmu kesehatan dan ahli gizi. Jadi, mereka bisa memberikan jawaban ketika konsumen berkonsultasi dengan mereka. Informasi mengenai gizi anak ini memang bisa didapat dari buku atau internet, tapi kurang mendalam. Jadi, apabila Anda tidak memiliki latar belakang pendidikan tentang gizi atau kesehatan anak, Anda sebaiknya menggandeng ahli gizi.

Bebitang, Baby Bar, dan Nutrikidz selama ini menggunakan media internet sebagai media pemasaran utama karena lebih murah dan tidak harus ada kedai atau gerai. Ini tentu akan menghemat ongkos sewa lokasi dan renovasi yang bisa memakan biaya puluhan juta.

Saat baru memulai bisnis, apa pun jenisnya, jangan berharap langsung menuai pendapatan besar. Begitu pula dengan bisnis katering bayi ini. Apalagi, masyarakat belum akrab dengan penawaran semacam ini. Jadi, wajar bila omzet awal tak terlalu besar. Bebitang dan Nutrikidz mengaku, saat baru membuka usaha ini, pesanan belum sebanyak sekarang. Seiring waktu, keberadaan mereka pun diketahui secara luas. Jangan kaget kalau dalam sebulan hanya terima satu atau dua order-an atau bahkan tidak ada order sama sekali, kata Prasetyo.

Meski ada risiko semacam itu, dari sisi modal, Anda tak perlu merogoh kocek dalam. Asal sudah punya keahlian dalam bidang gizi dan variasi makanan bayi, memiliki komputer, jaringan internet, telepon, kendaraan, dan peralatan memasak, Anda bisa menjalankan usaha ini. Modal awal tergolong mini, sekitar Rp 20 juta. Plus, modal belanja bahan baku sekitar Rp 3 juta - Rp 5 juta.

Faktor yang penting diperhatikan dalam bisnis katering khusus bayi ini adalah kesegaran dan kebersihan makanan. Untuk itu Anda tidak boleh asal-asalan dalam pengolahan dan pengiriman makanan. Karena kurir harus mengirim ke beberapa tempat, tak jarang makanan menjadi tidak panas lagi. Untuk itu sebelumnya harus diberitahukan pada konsumen mengenai hal itu, ujar Prasetyo. Selain itu, berilah informasi kepada pelanggan mengenai penyajiannya.

Ujungnya, Anda bisa menentukan harga secara lebih leluasa. Dalam bisnis ini, kepercayaan dan kepuasan pelanggan menjadi faktor menentukan. Jika konsumen puas, ia pasti akan kembali memesan.
Article taken from peluangusaha.kontan.co.id
© 2014 - 2018 BABY BAR - Fresh, Healthy, Tasty Baby Food